Jumat, 23 September 2016

Bandara Adisutjipto Menyapa Generasi Muda

Bandara Adisutjipto Menyapa Generasi Muda




BeritaTerkini.id > Generasi muda penerus bangsa merupakan tanggung jawab kita bersama. Dalam rangka kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri, Kementerian BUMN menginisiasi Program “BUMN Mengajar” yang dilaksanakan di 34 provinsi seluruh Indonesia. Program tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi BUMN dalam berperan serta membangun kapasitas negeri melalui generasi muda sebagai penerus bangsa.
 Angkasa Pura Airports sebagai BUMN yang mengelola bandara di Indonesia, turut berkontribusi dengan melaksanakan serangkaian kegiatan BUMN Mengajar di seluruh Kantor Cabang Bandara Angkasa Pura Airports .  Diawali dengan BUMN Mengajar yang dihadiri langsung oleh President Director di Kendari dalam rangkaian kegiatan BUMN Hadir untuk Negeri. Bagi Angkasa Pura I, BUMN Mengajar bertujuan untuk menumbuhkan kontribusi para Kepala Cabang BUMN, dalam hal ini General Manager Angkasa Pura Airports Kantor Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta terhadap masa depan bangsa. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memberikan motivasi bagi siswa sebagai generasi muda penerus bangsa dan membangun pemahaman mengenai Angkasa Pura I.
Kegiatan BUMN Mengajar, dilaksanakan di 3 (tiga) SMA/SMK di Provinsi DI. Yogyakarta. Angkasa Pura Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta memulai serangkaian kegiatan BUMN Mengajar pada hari ini, di SMA Angkasa Adisutjipto yang dihadiri langsung oleh General Manager Angkasa Pura Airports Kantor Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama dengan mengajar langsung 80 orang siswa Kelas 3 serta perwakilan orang tua. Kegiatan ini akan dilanjutkan kembali ke dua sekolah menengah atas yaitu SMA Negeri 9 Yogyakarta dan SMK Ma’arif 1 Wates.
“Sebagai generasi muda penerus bangsa, kita harus terus tekun, jujur dan berusaha, tentunya tidak melupakan doa. Jangan sekalipun pernah berpuas diri dengan apa yang sudah kita raih sekarang. Dengan begitu, kita akan terus haus akan ilmu dan memperkaya diri dengan pengetahuan dan pengalaman menuju sukses ke depannya,” ujar A. Pandu Purnama, General Manager Angkasa Pura Airports Kantor Cabang Bandara Adisutjipto Yogyakarta memberi motivasi saat menutup kegiatan BUMN Mengajar pagi ini. [Humas JOG]

Mendikbud Muhadjir Blusukan ke SMK Ma'arif 1 Yogyakarta

Mendikbud Muhadjir Blusukan ke SMK Ma'arif 1 Yogyakarta




YOGYAKARTA – Dalam lawatan ke Yogyakarta, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyempatkan diri untuk melakukan blusukan ke salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK). Sekolah tersebut adalah SMK Ma'arif 1 Yogyakarta. Kunjungan Mendikbud Muhadjir yang ditemani dengan Sekretaris Jenderal, Direktur Jenderal SMK, sampai Dirjen Kebudayaan ini untuk melihat langsung sekolah tersebut. Mereka menyusuri setiap ruang yang ada, mulai laboratorium komputer sampai perpustakaan.


"Ini di ruang komputer ada horgen-nya, belakangnya sawah langsung," ujar salah satu guru yang menemani Mendikbud Muhadjir blusukan, Rabu (10/8/2016). Kondisi sekolah tersebut cukup sederhana, hanya memiliki ruang gedung bertingkat satu dengan ukuran tidak terlalu besar. Mantan Rektor UMM ini juga menyusuri ruang perpustakaan. "Ya nanti akan kami bantu untuk alat-alat multimedia dan koleksi buku-bukunya," ujar Mendikbud Muhadjir. Kepala SMK Ma'Arif 1 Yogyakarta, Drs Suharyanto, menyatakan senang dengan kunjungan ini. "Harapannya adalah fasilitas yang ada di sekolah kami bisa diperbanyak. Supaya bisa menunjang pembelajaran di sini bagi anak-anak," tambahnya. (ira)
(rfa)

Ini Ragam Pekerjaan yang Dibutuhkan NYIA

Ini Ragam Pekerjaan yang Dibutuhkan NYIA



Harianjogja.com, KULONPROGO — PT Angkasa Pura 1 berjanji memberikan prioritas kesempatan kerja kepada warga Kulonprogo di Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Warga Kulonprogo juga diminta memenuhi kompetensi yang dibutuhkan untuk sejumlah posisi yang tersedia.

General Manager Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama usai mengisi program BUMN Mengajar di SMK Ma’arif 1 Wates, Kulonprogo pada Kamis (22/9/2016) mengatakan BUMN seperti Angkasa Pura membutuhkan tenaga kerja lulusan SMA dan SMK di berbagai sektor, salah satunya sebagai keamanan. Di hadapan puluhan siswa sekolah kejuruan tersebut, Agus mengingatkan akan peluang serta kesempatan  yang ditawarkan bandara kepada masyarakat Kulonprogo.

Adapun, BUMN Mengajar sendiri merupakan program dari Kementeriaan BUMN yang ditujukan bagi siswa SMK dan SMA guna memberikan motivasi dan wawasan terkait dunia kerja. Rahmat Raharjo, Kepala SMK Ma’arif 1 Wates menyatakan senang dengan program yang dilaksanakan di sekolahnya ini.


Menurutnya, hal ini menjadi wujud komunikasi sekolah kejuruan dengan dunia industri.

“Hal yang bermafaat, siswa mendapatkan gambaran langsung dunia kerja,”jelasnya kepada wartawan.
Selain itu, secara khusus siswanya juga mendapatkan gambaran mengenai peluang kerja yang bisa didapat di Bandara Temon ini.

Rahmat memaparkan selama ini siswanya sama sekali tak memiliki gambaran mengenai kesempatan bekerja di industri penerbangan. Terlepas keharusan adanya seleksi untuk menjadi tenaga kerja di bandara bagi siswa lulusan Kulonprogo, ia menyambut baik janji prioritas perekrutan dari Angkasa Pura ini. Namun, ia menilai bahwa ada arah bahwa akan disusun nota kesepahaman antara pihak sekolah dengan Angkasa Pura.

Sementara itu, salah satu peserta, Bagus Wahyu Jatmiko, siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR) 5 SMK Ma’arif 1 Wates mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan gambaran jelas mengenai bandara yang akan dibangun di daerahnya ini. Meski demikian, ia menyatakan keengganannya apabila hanya bekerja sebagai tenaga keamanan di bandara.

“Kalau Cuma security di bandara, saya tidak mau,”ujarnya.

Editor: Mediani Dyah Natalia |

Senin, 18 Juli 2016

Wisuda SMK Ma arif 1 Wates 2016

Wisuda SMK Ma arif 1 Wates 2016

Graduation Class XII SMK Ma'Arif 1 Wates held on Saturday, May 7, 2016 At 13:00 and run the wisdom of this is because at that time the students got graduation announcements.  Smk Maarif 1 Wates acquire 100% graduation, it was a pride for SMK Ma'Arif 1 Wates, and a prayer that the graduates after graduation immediately get a job and earn their dreams.  And the last one we hope the graduates always to develop knowledge that they can at school and always maintain the good name of SMK Ma'Arif 1 Wates as Alumni SMK Maarif 1 Wates.

Wisuda Siswa Kelas XII SMK Ma’arif 1 Wates dilaksanakan pada hari Sabtu 07 Mei 2016 Pukul 13.00 dan berjalan secara hikmat hal ini dikarenakan pada waktu itu juga siswa mendapat pengumuman kelulusan.

Smk Ma’arif 1 Wates memperoleh kelulusan 100%, hal ini merupakan kebanggan bagi SMK Ma’arif 1 Wates, dan merupakan doa semoga para wisudawan setelah lulus segera mendapatkan pekerjaan dan memperoleh impian mereka.

Dan yang terakhir kami berharap para wisudawan selalu mengembangkan ilmu yang mereka dapat pada waktu sekolah dan selalu menjaga nama baik SMK Ma’arif 1 Wates sebagai Alumni SMK Ma’arif 1 Wates.

Sabtu, 09 Juli 2016

Reuni konco konco 01 96 stm ma'arif wates

Reuni konco konco 01 96 stm ma'arif wates

Foto : Agus Sudrajat‎Alumni STM/SMK Ma'arif 1 Wates Jogja 9 Juli 2016 ·




Sabtu, 24 Oktober 2015

Ini Alasan Siswa SMK Temon, Datangi SMK Maarif 1 Wates

Ini Alasan Siswa SMK Temon, Datangi SMK Maarif 1 Wates

Sebanyak 24 pelajar SMK Negeri Temon yang lebih dikenal dengan SMK Kelautan, masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kulonprogo. Dari pengakuan siswa, mereka nekad datang ke SMK Maarif 1 Wates, untuk klarifikasi dengan kejadian penganiayaan yang menimpa rekannya pada Jumat (23/10) yang mengakibatkan tiga siswa terluka.

Salah seorang siswa SMK N 1 Temon, Enggar P mengatakan ada sekitar 50 sepeda motor yang dipakai untuk mendatangi SMK 1 Maarif Wates. Mereka ingin menyelesaikan masalah, karena pada Jumat (23/10) ada tiga orang siswa SMK Temon yang dianiaya. Ketika berpapasan dijalan mereka dilempar batu hingga terluka. Bahkan salah satu siswa SMK Negeri Temon M Rohim mengalami retak jari kelingking akibat lemparan batu.

“Kita hanya ngaruhke kenapa sampai melukai dan merusak motor teman-teman,” jelasnya.

Enggar mengaku membawa banyak teman untuk mengantisipasi jika terjadi keributan. Mereka sendiri berinisiatif datang untuk menyelesaikan dengan jalan damai. Apalagi sempat ada rekan-rekan mereka yang juga diludahi ketika melintasi di sekitar SMK Maarif, ketika hendak menjenguk M Rohim.

Sementara itu, M Rohim mengaku tidak tahu permasalahan yang menyebabkan dirinya dilempar batu. Sepulang sekolah dia pulang bersama seorang rekannya dan berpapasan dengan siswa SMK Maarif di Josutan yang jumlahnya sekitar 20 motor. Tanpa sebab dia dilempari batu hingga tangan kirinya retak dan harus dirawat medis.

“Hanya papasan terus dilempar sampai tangan saya sakit dan ada teman lain yang juga terluka,” tuturnya.

Informasi yang berkembang, pasca kejadian ini, hamper seluruh siswa SMK Kelautan Temon mengetahui kejadian yang menimpa rekan-rekannya. Bahkan beredar kabar SMK Maaarif akan mendatangi SMK Temon. Bahkan pada siang hari ada sejumlah siswa SMK maarif yang melintas di depan SMK Temon sambil menggeber gas hingga suara knalpot bising.

Atas kejadian inilah para siswa mendatangi ke SMK Marif 1 Wates. Namun mereka justru diamankan petugas kepolisian yang bergerak cepat mengantisipasi tawuran. (dys)


sumber : http://www.kabarkulonprogo.com/ini-alasan-siswa-smk-temon-datangi-smk-maarif-1-wates/

Selasa, 11 November 2014

Polres Kulon Progo Damaikan SMK Ma'arif 1 Wates dan SMK Kelautan Temon

Polres Kulon Progo Damaikan SMK Ma'arif 1 Wates dan SMK Kelautan Temon




Permusuhan dua kelompok pelajar itu sudah turun-temurun. Berkali-kali dua kubu saling bertikai hanya karena merasa diejek atau terprovokasi. Dalam mediasi juga terungkap, pertikaian turun temurun dari para alumninya. Kejadian terakhir pada Kamis pekan kemarin keduanya nyaris terlibat tawuran. Kubu SMK Kelautan menyatakan hal itu dipicu kubu SMK Maarif yang menyakiti pelajar SMK Kelautan. Namun SMK Maarif I juga menyatakan hal sebaliknya. 

Setelah berkali-kali dua kubu terlibat tawuran di waktu dan lokasi berbeda, Kapolres Kulonprogo, AKBP Yulianto, kemarin mengumpulkan mereka. Tidak hanya puluhan pelajar yang terlibat, para guru, camat dan kapolsek pun dilibatkan dalam pertemuan untuk mengurai permasalahan tersebut."Kami tidak ingin adik-adik terlibat masalah hukum. Kalian generasi penerus kami, tapi kalau saling pukul akan tetap saya proses," kata AKBP Yulianto yang di dampingi Wakapolres Kompol M Akbar Thamrin dan Kabag Ops Kompol Vero Aria. Kapolres juga mewanti-wanti, kesepakatan damai dua kubu harus dijalankan benar-benar. 

Jika hal serupa terjadi lagi, polisi tidak akan segan menindaknya. Pelajar SMK Kelautan dan SMK Maarif I Wates Kulonprogo akhirnya menyatakan keikhlasannya untuk saling memaafkan. Kedua kubu juga berjanji tidak melanjutkan permusuhan yang selama ini terjadi turun-temurun. Sikap terbuka kedua kelompok pelajar itu dinyatakan saat mediasi konflik di Mapolres Kulonprogo  Senin tanggal 10 November 2014. 

Melalui mediasi tersebut, rentetan pertikaian dan konflik turun temurun antara sekelompok pelajar SMK Maarif I Wates dan SMK Kelautan dipaksa berakhir. "Ya saya ikhlas tidak akan melanjutkan masalah ini. Tidak akan mengulangi tawuran," ujar Febri, seorang pelajar SMK Kelautan. Sikap serupa akhirnya juga di nyatakan oleh mulut seorang perwakilan SMK Maarif I. Meski sampai akhir mediasi keduanya sama-sama tidak memahami akar permasalahannya dan sempat saling menuding, namun di hadapan Kapolres mereka terpaksa bersepakat untuk berdamai. 


disalin dari :
http://humaspolreskulonprogo.blogspot.co.id/2014/11/polres-kulon-progo-damaikan-smk-maarif.html
 

Minggu, 01 September 2013

Lounching Tempat Uji Kompetensi dan Sertifikasi Nasional SMK Maarif 1 Wates

Lounching Tempat Uji Kompetensi dan Sertifikasi Nasional SMK Maarif 1 Wates

Wates, 1 September 2013 - SMK Maarif 1 Wates sebagai salah satu SMK terbaik di Kulon Progo telah dipercaya dan ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan atas lisensi dari PT Astra Honda Motor menjadi Tempat Uji Kompetensi dan Sertifikasi Nasional Teknik Sepeda Motor yang ada di Indonesia.  

Sertifikat Laboratorium Teknik Sepeda Motor Standard AHM dari General Manager PT Asra Honda Motor diserahkan langsung kepada Kepala SMK Ma’arif 1 Wates H. Rahmat Raharja, S.Pd.,M.Pd.I. oleh Direktur Pembinaan Sekolah Kejuruan  Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Ir. 

Anang Cahyana, MT.  Penyerahan sertifikat disaksikan oleh Bupati Kulon Progo, Direktur PT Astra Honda Motor, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY, Kepala Pendidikan Kabupaten Kulon Progo, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif DIY, Ketua PWNU DIY, serta tamu undangan yang lain.

SMK Ma’arif 1 Wates merupakan salah satu dari 37 SMK yang ada di Kulon Progo dengan prestasi yang membanggakan.  Dengan lisensi yang  sudah dicapai dan kepercayaan dari pemerintah  dalam hal ini Kemendikbud dan Industri Internasional PT Astra tentu akan membantu dan  bermanfaat bagi calon-calon tenaga kerja lulusan SMK maupun masyarakat umum untuk mendapatkan Sertifikasi Nasional Teknisi Sepeda Motor dari Tempat Uji Kompetensi dan Sertifikasi Nasional di SMK Ma’arif 1 Wates  yang akan menumbuhkan rasa percaya diri bagi lulusan SMK untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar atau berwira usaha membuka lapangan kerja sendiri. 
Selamat kepada SMK Ma’arif 1 Wates,  semoga prestasi yang diraih menjadikan inspirasi untuk lebih meningkatkan pendidikan di Kabupaten Kulon Progo.
 (suryo)

SUMBER 

http://pendidikan.kulonprogokab.go.id/article-121-lounching-tempat-uji-kompetensi-dan-sertifikasi-nasional-smk-maarif-1-wates.html