Sabtu, 24 Oktober 2015

Ini Alasan Siswa SMK Temon, Datangi SMK Maarif 1 Wates

Ini Alasan Siswa SMK Temon, Datangi SMK Maarif 1 Wates

Sebanyak 24 pelajar SMK Negeri Temon yang lebih dikenal dengan SMK Kelautan, masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kulonprogo. Dari pengakuan siswa, mereka nekad datang ke SMK Maarif 1 Wates, untuk klarifikasi dengan kejadian penganiayaan yang menimpa rekannya pada Jumat (23/10) yang mengakibatkan tiga siswa terluka.

Salah seorang siswa SMK N 1 Temon, Enggar P mengatakan ada sekitar 50 sepeda motor yang dipakai untuk mendatangi SMK 1 Maarif Wates. Mereka ingin menyelesaikan masalah, karena pada Jumat (23/10) ada tiga orang siswa SMK Temon yang dianiaya. Ketika berpapasan dijalan mereka dilempar batu hingga terluka. Bahkan salah satu siswa SMK Negeri Temon M Rohim mengalami retak jari kelingking akibat lemparan batu.

“Kita hanya ngaruhke kenapa sampai melukai dan merusak motor teman-teman,” jelasnya.

Enggar mengaku membawa banyak teman untuk mengantisipasi jika terjadi keributan. Mereka sendiri berinisiatif datang untuk menyelesaikan dengan jalan damai. Apalagi sempat ada rekan-rekan mereka yang juga diludahi ketika melintasi di sekitar SMK Maarif, ketika hendak menjenguk M Rohim.

Sementara itu, M Rohim mengaku tidak tahu permasalahan yang menyebabkan dirinya dilempar batu. Sepulang sekolah dia pulang bersama seorang rekannya dan berpapasan dengan siswa SMK Maarif di Josutan yang jumlahnya sekitar 20 motor. Tanpa sebab dia dilempari batu hingga tangan kirinya retak dan harus dirawat medis.

“Hanya papasan terus dilempar sampai tangan saya sakit dan ada teman lain yang juga terluka,” tuturnya.

Informasi yang berkembang, pasca kejadian ini, hamper seluruh siswa SMK Kelautan Temon mengetahui kejadian yang menimpa rekan-rekannya. Bahkan beredar kabar SMK Maaarif akan mendatangi SMK Temon. Bahkan pada siang hari ada sejumlah siswa SMK maarif yang melintas di depan SMK Temon sambil menggeber gas hingga suara knalpot bising.

Atas kejadian inilah para siswa mendatangi ke SMK Marif 1 Wates. Namun mereka justru diamankan petugas kepolisian yang bergerak cepat mengantisipasi tawuran. (dys)


sumber : http://www.kabarkulonprogo.com/ini-alasan-siswa-smk-temon-datangi-smk-maarif-1-wates/

Selasa, 11 November 2014

Polres Kulon Progo Damaikan SMK Ma'arif 1 Wates dan SMK Kelautan Temon

Polres Kulon Progo Damaikan SMK Ma'arif 1 Wates dan SMK Kelautan Temon




Permusuhan dua kelompok pelajar itu sudah turun-temurun. Berkali-kali dua kubu saling bertikai hanya karena merasa diejek atau terprovokasi. Dalam mediasi juga terungkap, pertikaian turun temurun dari para alumninya. Kejadian terakhir pada Kamis pekan kemarin keduanya nyaris terlibat tawuran. Kubu SMK Kelautan menyatakan hal itu dipicu kubu SMK Maarif yang menyakiti pelajar SMK Kelautan. Namun SMK Maarif I juga menyatakan hal sebaliknya. 

Setelah berkali-kali dua kubu terlibat tawuran di waktu dan lokasi berbeda, Kapolres Kulonprogo, AKBP Yulianto, kemarin mengumpulkan mereka. Tidak hanya puluhan pelajar yang terlibat, para guru, camat dan kapolsek pun dilibatkan dalam pertemuan untuk mengurai permasalahan tersebut."Kami tidak ingin adik-adik terlibat masalah hukum. Kalian generasi penerus kami, tapi kalau saling pukul akan tetap saya proses," kata AKBP Yulianto yang di dampingi Wakapolres Kompol M Akbar Thamrin dan Kabag Ops Kompol Vero Aria. Kapolres juga mewanti-wanti, kesepakatan damai dua kubu harus dijalankan benar-benar. 

Jika hal serupa terjadi lagi, polisi tidak akan segan menindaknya. Pelajar SMK Kelautan dan SMK Maarif I Wates Kulonprogo akhirnya menyatakan keikhlasannya untuk saling memaafkan. Kedua kubu juga berjanji tidak melanjutkan permusuhan yang selama ini terjadi turun-temurun. Sikap terbuka kedua kelompok pelajar itu dinyatakan saat mediasi konflik di Mapolres Kulonprogo  Senin tanggal 10 November 2014. 

Melalui mediasi tersebut, rentetan pertikaian dan konflik turun temurun antara sekelompok pelajar SMK Maarif I Wates dan SMK Kelautan dipaksa berakhir. "Ya saya ikhlas tidak akan melanjutkan masalah ini. Tidak akan mengulangi tawuran," ujar Febri, seorang pelajar SMK Kelautan. Sikap serupa akhirnya juga di nyatakan oleh mulut seorang perwakilan SMK Maarif I. Meski sampai akhir mediasi keduanya sama-sama tidak memahami akar permasalahannya dan sempat saling menuding, namun di hadapan Kapolres mereka terpaksa bersepakat untuk berdamai. 


disalin dari :
http://humaspolreskulonprogo.blogspot.co.id/2014/11/polres-kulon-progo-damaikan-smk-maarif.html
 

Minggu, 01 September 2013

Lounching Tempat Uji Kompetensi dan Sertifikasi Nasional SMK Maarif 1 Wates

Lounching Tempat Uji Kompetensi dan Sertifikasi Nasional SMK Maarif 1 Wates

Wates, 1 September 2013 - SMK Maarif 1 Wates sebagai salah satu SMK terbaik di Kulon Progo telah dipercaya dan ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan atas lisensi dari PT Astra Honda Motor menjadi Tempat Uji Kompetensi dan Sertifikasi Nasional Teknik Sepeda Motor yang ada di Indonesia.  

Sertifikat Laboratorium Teknik Sepeda Motor Standard AHM dari General Manager PT Asra Honda Motor diserahkan langsung kepada Kepala SMK Ma’arif 1 Wates H. Rahmat Raharja, S.Pd.,M.Pd.I. oleh Direktur Pembinaan Sekolah Kejuruan  Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Ir. 

Anang Cahyana, MT.  Penyerahan sertifikat disaksikan oleh Bupati Kulon Progo, Direktur PT Astra Honda Motor, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY, Kepala Pendidikan Kabupaten Kulon Progo, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif DIY, Ketua PWNU DIY, serta tamu undangan yang lain.

SMK Ma’arif 1 Wates merupakan salah satu dari 37 SMK yang ada di Kulon Progo dengan prestasi yang membanggakan.  Dengan lisensi yang  sudah dicapai dan kepercayaan dari pemerintah  dalam hal ini Kemendikbud dan Industri Internasional PT Astra tentu akan membantu dan  bermanfaat bagi calon-calon tenaga kerja lulusan SMK maupun masyarakat umum untuk mendapatkan Sertifikasi Nasional Teknisi Sepeda Motor dari Tempat Uji Kompetensi dan Sertifikasi Nasional di SMK Ma’arif 1 Wates  yang akan menumbuhkan rasa percaya diri bagi lulusan SMK untuk bekerja di perusahaan-perusahaan besar atau berwira usaha membuka lapangan kerja sendiri. 
Selamat kepada SMK Ma’arif 1 Wates,  semoga prestasi yang diraih menjadikan inspirasi untuk lebih meningkatkan pendidikan di Kabupaten Kulon Progo.
 (suryo)

SUMBER 

http://pendidikan.kulonprogokab.go.id/article-121-lounching-tempat-uji-kompetensi-dan-sertifikasi-nasional-smk-maarif-1-wates.html